Sasaran mutu ISO 9001 adalah target yang jelas, terukur, dan dapat dicapai yang ditetapkan oleh organisasi untuk meningkatkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) mereka secara berkelanjutan. Sasaran ini harus sejalan dengan kebijakan mutu dan tujuan bisnis perusahaan, berfokus pada kepuasan pelanggan, serta memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan.
Maksudnya terarah dan terukur adalah misal sebuah perusahaan manufaktur mempunyai Sasaran Mutu untuk mengurangi angka reject produknya, perusahaan tersebut menginginkan angka reject berkurang menjadi 2 % ditahun 2022 dari angka sebelumnya 5% ditahun 2021. Jadi maksudnya adalah perbaikan yang diinginkan harus dijabarkan secara jelas dan rinci, dan kapan perbaikan itu harus terjadi juga harus ditentukan.
Karakteristik Sasaran Mutu ISO 9001
Sasaran mutu harus memenuhi kriteria SMART:
- Spesifik (Specific): Jelas, terperinci, dan fokus pada aspek tertentu yang ingin dicapai.
- Terukur (Measurable): Ada kriteria atau parameter yang dapat digunakan untuk melacak dan mengevaluasi kemajuan pencapaiannya.
- Dapat Dicapai (Achievable): Realistis dan dapat dicapai dengan sumber daya dan kapasitas yang tersedia dalam organisasi.
- Relevan (Relevant): Sesuai dan terkait langsung dengan area proses atau fungsi yang membutuhkan perbaikan.
- Berbasis Waktu (Time-bound): Memiliki batas waktu yang jelas untuk pencapaiannya.
Langkah-Langkah Menetapkan Sasaran Mutu ISO 9001
Bagaimana cara menyusun Sasaran Mutu yang baik, berikut adalah hal-hal terkait Sasaran Mutu yang harus diperhatikan:
- Sasaran Mutu harus sejalan dengan Misi, Visi dan Kebijakan Perusahaan/ Organisasi.
- Sasaran Mutu ditetapkan untuk setiap departemen/ bagian dengan persetujuan Top Manajemen.
- Sasaran Mutu yang dibuat harus memenuhi kaidah SMART yakni Specific (Spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), Time-Bound (Batas waktu).
- Sasaran Mutu yang dibuat kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Perencanaan Mutu/ Quality Planning/ Action Plan yang memuat langkah-langkah/ kegiatan terinci untuk mencapai Sasaran Mutu.
- Sasaran Mutu harus disosialisaikan ke internal departemen/ bagian agar seluruh anggota departemen memahami dan berusaha mencapainya.
- Sasaran Mutu berlaku selama periode satu tahun dan monitoring atau tinjau ulang (Review) dilakukan setiap bulan untuk melihat sejauh mana tingkat pencapaiannya per departemen/ bagian.
- Jika hasil review Sasaran Mutu menunjukan sasaran tidak tercapai, maka departemen/ bagian tersebut harus membuat penjelasan tentang masalah ketidaktercapaiannya dengan membuat Tidakan Perbaikan (Corrective Action).
Contoh Sasaran Mutu ISO 9001
- Mengurangi jumlah produk cacat (NG/Reject) pada proses Injection Molding sebesar 2% dalam waktu 3 bulan.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan dari 85% menjadi 90% dalam kuartal berikutnya.
Penting untuk diingat bahwa penetapan sasaran mutu harus didukung oleh kebijakan mutu yang jelas, serta dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas Sistem Manajemen Mutu.